Thursday, November 9, 2017

MEMANFAATKAN TEMPLATE BLADE PADA LARAVEL


Hallo, berjumpa lagi dengan saya. Sekarang saya akan mengulas sedikit tentang template blade pada laravel. Berikut ulasannya:


Blade adalah salah satu fitur dalam laravel yang digunakan untuk menampilkan output pada view. Fitur blade ini bisa dibilang sangat canggih, karena kita dapat membuat coding tanpa perlu tag PHP (<?php ?>). Selain menampilkan output, blade juga digunakan untuk membuat layout website. Blade adalah konversi dari Bahasa pemrograman PHP ke Blade itu sendiri agar lebih mudah.

Setelah kita tau pengertian dari blade, sekarang kita harus mengetahui dulu dasar –dasar Blade agar bisa memadukan Blade dengan Template Bootstrap. Kita langsung saja ke pembahasannya.

1.      DASAR – DASAR BLADE

A.    Menampilkan Data (echo)

Nama Saya : {{{$nama}}}


Jika menggunakan PHP identic dengan

Nama Saya : <?php echo $nama; ?>


Kita juga bisa menggunakan fungsi dibawah ini

Nama Saya : {{$nama}}


B.     Menampilkan Data setelah dilakukan Pengecekan

Fungsi ini bermanfaat ketika proses pengecekan variabel. Jika ditemukan maka menampilkan variabel itu sendiri, jika tidak akan menampilkan vaariabel defaultnya. Lebih jelasnya lihat dibawah ini.

{{{isset($name)?$name : ‘Default’}}}

Atau bisa menggunakan code dibawah ini yang lebih simple.

{{{$name or ‘Default’}}}


C.     Menampilkan Raw Text dengan Curly Braces

Untuk menampilkan text raw dalam blade kita bisa menggunakan tanda @{{ … }} seperti dibawah ini.

@{{Kalimat yang ingin ditampilkan}}

D.    Menggunakan Statement (if Endif, If Else Endif)

Untuk menggunakan statement if di blade caranya seperti dibawah ini.

@if(‘A’==’A’)

@{{Betul ini adalah A}}

@endif

Cara menggunakan If Else di balde

@if(‘A’==’A’)

@{{Betul ini adalah A}}

@else

@{{Ini Bukan A}}

@endif

Menggunakan If Elseif

@if(‘A’==’A’)

@{{Betul ini adalah A}}

@elseif(‘B’==’B’)

@{{Betul ini adalah B}}

@else

@{{Ini Bukan A dan B}}

@endif

E.     Menggunakan Perulangan (For, Foreach, While)

Untuk menggunakan fungsi For maupun Foreach diblade caranya seperti dibawah ini.

For

@for($i = 0; $i < 10; $i++)

{{$i}}

@endfor

Foreach

@foreach($users as $user)

ID user {{$user->id}}

@endforeach


While

@while(true)

I’m looping forever.

@endwhile


F.      Include Sub View

@include(‘nama view’)


G.    Memberikan Komentar

Untuk memberikan komentar pada blade caranya seperti dibawah ini.

{{--Dengan begini kalimat ini tidak akan tampil--}}


2.      MEMADUKAN BLADE DENGAN TEMPLATE BOOTSTRAP

Setelah kita mengetahui dasar-dasar dari template blade, selanjutnya kita akan membuat template sederhana dari bootstrap dengan memanfaatkan blade templating. Secara Sederhana kerangka nya di gambarkan sebagai berikut:

 

Untuk persiapan membuat templating sederhana menggunakan laravel ini, yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut :

1)      Download template bootstrap AdminLTE.

2)      Dari hasil download template bootstrap AdminLTE tadi, kita copy kan semua folder yang ada ke folder ProjectLaravel dan taruh di folder public.

3)      Untuk file dashboard.html dan login.html copy kan ke folder ProjectLaravel lalu tarus di resources/views.

4)      Setelah itu rename dashboard.html menjadi dashboard.blade.php dan login.html menjadi login.blade.php.

Pada tahap pertama kita membuka file dashboard.blade.php kemudian ubah syntak nya, untuk lebih jelasnya dapat lihat gambar dibawah ini :

Syntak awalnya:

 

Kemudian menjadi:

 

Begitu pula seterusnya jika kita bertemu dengan syntak yang serupa maka kita ubah.

Tahap selanjutnya, kita akan memangkas atau membagi syntak yang ada pada file dashboard.blade.php . Saya akan membagi syntak pada header, sidebar, content, footer, sidebarControl, dan jscript. Dan sebagai contoh saya akan membagi untuk syntak header

Langkah pertama kita ambil syntak dengan cara kita cut syntak yang berada pada antara <head> dan </head> dan kita ubah menjadi seperti ini :

 

Kemudian hasil dari cutnya kita paste-kan pada file head.blade.php yang kita harus membuat terlebih dahulu filenya.

 

Begitupun seterusnya untuk header, sidebar, content, footer, sidebarControl, dan jscript.

Namun untuk content kita akan mencoba tidak memakan fungsi include tetapi fungsi yield.

Masih dalam file dashboard.blade.php , kita cut syntak yang berada pada <section class=”content”> sampai dengan </section> dan paste ke base.blade.php. Tambahkan @extends(‘dashboard’), @section(‘content’) dan @stop maksudnya yaitu file ini didefinisikan sebagai content dan turunan dari dashboard. Gambarannya sebagai berikut:

 

Di dalam file dashboard.blade.php yang syntax codenya kita ambil tadi ganti dengan syntax code menjadi seperti dibawah ini.

@yield(‘content’)

Jadi dashboard.blade.php akan jadi seperti ini.

 

Dan hasilnya tidak akan berubah pada tampilannya hanya berubah file syntaknya bertambah dan pada 1 file tidak terlalu banyak baris syntak sehingga memudahkan memahami syntaknya dan jika terdapat error.

 



Selanjutnya kita akan membuat DataBarangController, dengan perintah sebagai berikut:

 

Ketikan perintah diatas pada tempat dimana projek laravel berada, File DataBarangController yang sudah dibuat bisa dilihat di folder Project Laravel yaitu di app\Http\Controllers.

Selanjutnya kita akan menambahkan syntak pada web.php untuk bisa tampil dan kita bisa me running nya :

 

Selanjutnya kita buat file bernama index.blade.php dan masukkan code seperti di bawah ini. Lalu pada resources/views kita buat folder baru bernama data-barang dan simpan file index.blade.php di folder data-barang tersebut.

Fungsi dari file index.blade.php adalah sebagai content dari dashboard admin LTE.

Jika sudah, sekarang kita bisa melihat hasilnya sebagai berikut :

 



Mungkin sekian ulasan tentang template blade pada laravel, mungkin banyak kesalahan dalam postingan ini saya sebagai author mohon maaf. Terima kasih telah membaca postingan ini, semoga dapat bermanfaat.


Read More

Thursday, November 2, 2017

DASAR CONTROLLER DAN VIEW PADA LARAVEL

Setelah sebelumnya sya posting tentang routing laravel, dan pada kesempatan postingan kali ini saya akan menjelaskan secara singkat tentang cara kerja controller dan views di Framework Laravel. Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang cara menggunakan framework di PHP, kita harus memahami lebih dulu konsep MVC. Apa itu MVC? MVC merupakan kependekan dari Model, View, Controller. Kali ini saya akan sedikit menjelaskan mengenai konsep dari MVC yang merupakan dasar untuk memahami framework di PHP.

Komponen MVC adalah:
  • Model digunakan untuk query atau proses mengambil data dari database.
  • View digunakan untuk tampilan user berupa html, css, js dan data yang bersifat client.
  • Controller digunakan untuk mengatur atau menjembatani antara model dan view juga bisa digunakan untuk mengatur alur program.

Pada postingan ini akan membahas Controller dan View saja.

BASIC CONTROLLERS (DASAR CONTROLLER)
Basic Controllers adalah bagaimana cara dasar untuk dapat menjalankan controller tersebut dengan bantuan route. Berikut adalah contoh sederahannya:

Pertama kita buat file ProfileController.php dan isikan syntak diatas dan simpan di App\Http\Controllers.
Setelah itu masuk ke file web.php yang terdapat pada folder routes

Sytak diatas kita ketikan di file web.php
Route::get, adalah method yang digunakan untuk menampilkan view maupun data.
Tanda’/’ ,menunjukan route yang didefinisikan atau dibuat untuk route utama atau halaman utama.
ProfileController, adalah nama file ataupun class controller.
Index, adalah method atau fungsi yang berada di controller.

Dan kemudian hasilnya akan seperti ini:

Contoh selanjutnya adalah contoh basic controller menggunakan compact:

Syntak diatas adalah syntak yang kita ketikan di file ProfileController.php
return view(‘ profile’, compact(‘nama’, ‘alamat’, ‘jurusan’);, digunakan untuk menampilkan file profile.blade.php.
Compact berfungsi untuk melakukan passing data dari controller ke view.

Buat file baru dengan nama profile.blade.php dan simpan di resource/views.

Kode yang ada di web.php
Maka hasilnya akan seperti ini:

Contoh selanjutnya adalah contoh basic controller menggunakan compact dan array
Langkah pertama kita tambahkan code seperti di bawah di file ProfileController.php yang ada di App\Http\Controllers.
Return view(‘ profile’, compact(‘mahasiwa’);, digunakan untuk menampilkan file data.blade.php. Compact disini berfungsi untuk melakukan passing data dari controller ke view

Kode yang ada di web.php


Buat file baru dengan nama data.blade.php dan simpan di resource/views.

Maka hasilnya :


CONTROLLER DENGAN ROUTE PARAMETER
Sekarang bagaimana caranya kita parsing atau mengirim parameter di controller seperti yang dilakukan di routing? Contohnya sebagai berikut:

Langkah pertama kita tambahkan code seperti di bawah di file ProfileController.php yang ada di App\Http\Controllers.

ProfileController adalah nama file ataupun class controller
Public function saya($nama), adalah sebuah fungsi bernama profile yang menangkap sebuah parameter dengan variabel nama.
return ‘Halo saya ‘.$nama.’ dari Kelompok 2’;, mengembalikan nilai dari parameter nama.

Kemudian isikan code seperti dibawah ini pada file web.php
Route::get, adalah method yang digunakan untuk menampilkan view maupun data.
Tanda’/{nama} ,menunjukan route yang didefinisikan. {nama} adalah parameternya.

Maka hasilnya :


KOLABORASI ANTARA VIEW DAN CONTROLLER
Setelah membahas cara kerja controller, sekarang kita akan sedikit membahas bagaimana menggabungkan view dengan controller.
Berikut adalah contohnya:

Langkah pertama kita tambahkan code seperti di bawah di file ProfileController.php yang ada di App\Http\Controllers.
return view(‘profilesaya’, $data);, digunakan untuk menampilkan file profilesaya.blade.php. $data disini berfungsi untuk melakukan passing data dari controller ke view.

Buat file baru dengan nama profilesaya.blade.php dan simpan di resource/views.

Kemudian isikan code seperti dibawah ini pada file web.php
Tanda’/{id}/{nama}’ ,menunjukan route yang didefinisikan. {nama} dan {id} adalah parameternya.
profilesaya, adalah method atau fungsi yang berada di controller.

Maka hasilnya:



Sekian ulasan singkat tentang dasar controller dan view pada laravel, mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan dalam postingan ini. Semoga postingan ini dapat menambah ilmu untuk kita semua dan bermanfaat.
Read More

Thursday, October 26, 2017

Laravel part 2 (Basic Routing Pada Laravel)

Disini saya akan melanjutkan ulasan dari postingan sebelumnya yaitu tentang laravel, berikut ulasan singkatnya:
Routing merupakan salah satu fitur yang ada pada framework laravel, jadi setiap URI yang akan di akses wajib didaftarkan pada Routing, jika tidak akan menimbulkan error.
Dalam routing kita mengenal GET dan POST. Kita bisa dengan mudah melihat perbedaannya yaitu, GET data dan parameter akan terlihat di url sedangkan POST tidakt erlihat di url. Tapi framework Laravel bagian routing GET dan POST ini mempunyai cara kerja yang berbeda dan yang dimaksud bukan $_GET dan $_POST kalau di Laravel $_GET dan $_POST ini akan dipelajari di bagian Basic Input di Laravel. Tapi dalam routing Laravel, GET disini digunakan untuk menampilkan, parsing atau mengirimkan data. Sedangkan POST digunakan untuk mengangani sebuah form untuk menerima hasil inputan.

A.   BASIC ROUTE
Secara dasar penggunaan dasar route sebagai berikut :

Hasilnya:

Route::get, digunakan untuk route dengan method get
hallo/{nama}, digunakan untuk definisi / penamaan route / urlnya sedangkan {nama} adalah variabel yang dikirimkan atau parameternya
function($nama), digunakan untuk menangkap parameter.

B.   ROUTE PARAMETERS
Fungsi route ini adalah mengirimkan sebuah nilai atau parameter ke route atau ke controller.

   1.   Basic Route Parameter (Dasar Route Parameter)
         Contohnya sebagai berikut:
         

         Maka Hasilnya:
         

hallo/{nama?}, digunakan untuk definisi / penamaan route / urlnya sedangkan {nama} adalah variabel yang dikirimkan atau parameternya.
Function($nama), digunakan untuk menangkap parameter.

   2.   Route Parameter (Route Berparameter lebih dari satu)
         Untuk mengirim parameter lebih dari satu dari contoh dasar route berparameter kita hanya perlu menambahkan /{parameter-baru}.
         Contohnya sebagai berikut
         

         Hasilnya
         

hallo/{id}/{nama}, digunakan untuk definisi / penamaan route / urlnya sedangkan untuk {id} dan {nama} adalah adalah parameternya.
function($id, $nama), digunakan untuk menangkap parameter.

   3.   Optional Route Parameter with Defaults (Opsional Route Paramater dengan Nilai Default)
       Optional Route Parameter with Defaults  adalah sebuah pilihan jika parameter tidak dicantumkan maka akan digantikan dengan nilai default yang sudah ditetapkan dengan demikian program akan tetap berjalan.
          Contohnya sebagai berikut
          



          Hasilnya




         

hallo2/{nama?}, digunakan untuk definisi / penamaan route / urlnya, {nama?} artiniya jika parameter tidak ditemukan akan diganti null

C.    Return View
Return view berfungsi untuk memanggil langsung file blade tanpa memprosesnya ke controller terlebih dahulu.
Contoh 1 :

Hasilnya:

hallo/view, digunakan untuk definisi / penamaan route / urlnya.
return view(‘ Hallo’);, digunakan untuk menampilkan file Hallo.blade.php

Contoh 2:

Hasilnya:

return view(‘ Hallo2’, compact(‘nama’);, digunakan untuk menampilkan file Hallo.blade.php dan juga parameter $nama.
Fungsi compact disini yaitu untuk melakukan passing data dari controller ke view.


Mungkin segitu saja ulasan singkat tentang basic routing laravel. selanjutnya akan saya ulas lagi tentang laravel di postingan selanjutnya.
Read More

Laravel part 1 (Pengenalan)

Sekarang saya akan mengulas sedikit tentang laravel  dan bagaimana cara instalasi nya, tanpa membuang-buang waktu lagi berikut ulasan nya:

Laravel merupakan web application framework berbasis PHP yang open source, menggunakan konsep model–view–controller (MVC). Laravel berada dibawah lisensi MIT License, dengan menggunakan GitHub sebagai tempat berbagi kode
Desember 2013, Laravel menempati PHP framework terpopuler dan berada diatas PHP framework lain seperti Phalcon, Symfony2, CodeIgniter dan lainnya
Laravel dibuat supaya kegiatan memprograman sebuah aplikasi web menjadi lebih menyenangkan versi baru Laravel, yaitu Laravel 5 diadaptassi framework yang telah ada sebelumnya yaitu simfony, hanya tentu saja Laravel lebih expresif dalam hal syntak.

Cara instalasi Laravel:

Dalam melakukkan instalasi Laravel dibagi menjadi 2 bagian yaitu via install Laravel dan via composer. Pada installasi Laravel kali ini saya menggunakan via composer dan pada installasi Laravel via composer terdapat 2 cara, yang pertama menggunakan composer create project dan yang kedua menggunakan composer install.

1.   INSTALL COMPOSER CREATED PROJECT

   a)   Langkah  pertama download terlebih dahulu Composernya disini https://getcomposer.org/
            

   b)   Setelah selesai download, maka buka file Composer-Setup.exe dengan cara  Double klik file Composer-Setup.exe lalu akan muncul setup install Composer kemudian klik next.
          

   c)   Lalu masukkan path php yang sudah diinstall di computer, seperti pada gambar dibawah. berikutnya klik next
         

   d)   Jika versi php sudah memenuhi standar installasi Laravel, maka tampilannya akan seperti di bawah ini, kemudian klik install
          

   e)   Tunggu proses installasinya selesai, setelah proses intalasinya selesai lalu klik finish.
          

   f)   Jika sudah berhasil install composer, untuk mengecek apakah Composer berjalan dengan baik, sekarang kita buka Command Prompt lalu tuliskan “composer”. Jika berhasil maka tampilannya akan tampil seperti dibawah ini.
         


2.   Install Package Laravel
      Setelah berhasil menginstal composer, kita akan menginstal package Laravel di XAMPP. Dengan cara buka Command Prompt lalu arahkan direktori ke XAMPP/htdocs.

      Kemudian ketikan syntak berikut:

Sintaks di atas untuk mengunduh Laravel dengan nama projectnya “Kelompok2”. Tunggu hingga proses ini selesai

Lalu jika kita ingin mengecek apakah Laravel sudah terinstal atau belum, caranya dengan buka xampp lalu nyalakan Apache dan MySQLnya. Lalu buka browser kemudian ketikkan http://localhost/Kelompok2/public. Jika tampilannya seperti di bawah ini maka package Laravel yang diinstall sudah berjalan


Mungkin segitu ulasan singkat mengenai laravel dan cara instalasinya, mengenai ulasan lebih lanjut tentang laravel bisa dilihat di postingan berikutnya.

Read More

Search This Blog

Powered by Blogger.

MEMANFAATKAN TEMPLATE BLADE PADA LARAVEL

Hallo, berjumpa lagi dengan saya. Sekarang saya akan mengulas sedikit tentang template blade pada laravel. Berikut ulasannya: Blade a...